Layanan Buy Now Pay Later Diprediksi Masih Booming Berkat Permintaan Masyarakat Produktif

Senin, 09 Maret 2026 | 13:35:24 WIB
Layanan Buy Now Pay Later Diprediksi Masih Booming Berkat Permintaan Masyarakat Produktif

JAKARTA - Industri buy now pay later (BNPL) di perusahaan pembiayaan diproyeksikan terus bertumbuh sepanjang 2026. Optimisme ini muncul seiring meningkatnya minat masyarakat usia produktif dan mereka yang belum memiliki akses layanan keuangan formal.

Pertumbuhan dan Data Terkini BNPL

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat layanan BNPL perusahaan pembiayaan mengalami pertumbuhan signifikan. Berdasarkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), pembiayaan BNPL tercatat naik 71,13% year on year menjadi Rp12,18 triliun pada Januari 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK Agusman menilai pertumbuhan ini mencerminkan tren positif. Ia menambahkan bahwa pengelolaan risiko yang baik turut menjaga kesehatan portofolio pembiayaan BNPL.

Rasio NPF yang Stabil Menjadi Kunci

Tingkat pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) gross BNPL tercatat 2,77% pada Januari 2026. Kondisi ini menunjukkan proses seleksi dan pengawasan pembiayaan cukup memadai, termasuk penerapan credit scoring dan pemantauan pembayaran ketat.

Stabilnya NPF juga menjadi indikator penting bagi perusahaan pembiayaan. Hal ini menunjukkan bahwa ekspansi layanan BNPL masih dapat dijalankan tanpa meningkatkan risiko kerugian secara signifikan.

Tantangan dan Risiko Industri BNPL

Meski prospek positif, industri BNPL menghadapi sejumlah tantangan strategis. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menyoroti risiko over-indebtedness konsumen, potensi kenaikan NPF bila ekonomi melemah, serta persaingan yang semakin ketat antar pemain.

Selain itu, penguatan regulasi dan pengawasan diperkirakan meningkatkan biaya kepatuhan. Isu perlindungan data dan keamanan siber juga menjadi fokus, seiring meningkatnya volume transaksi digital di layanan BNPL.

Manajemen Risiko dan Ekspansi Berkelanjutan

Industri perlu menyeimbangkan ekspansi agresif dengan disiplin manajemen risiko. Agusman menekankan bahwa strategi pengelolaan risiko yang baik dapat menjaga pertumbuhan tetap berkelanjutan meski volume transaksi meningkat.

Perusahaan pembiayaan diharapkan terus mengembangkan sistem pemantauan kredit. Langkah ini termasuk memperkuat analisis data konsumen dan memastikan pembayaran tepat waktu agar NPF tetap rendah.

Prospek Bisnis Paylater

Dengan dukungan permintaan tinggi dari masyarakat usia produktif, layanan BNPL tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan pembiayaan di 2026. Pengelolaan risiko yang disiplin dan inovasi digital menjadi kunci agar bisnis paylater multifinance tetap sehat dan berkelanjutan.

Ekspansi layanan juga mendorong inklusi keuangan bagi masyarakat yang belum terlayani perbankan formal. Dengan begitu, BNPL tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis pembiayaan, tetapi juga memperluas akses keuangan di Indonesia.

Terkini