Pemprov Kaltim Kirim 9,7 Ton Beras dan 920 Tabung LPG ke Mahakam Ulu, Antisipasi Dampak Kekeringan Sungai Mahakam

Pemprov Kaltim Kirim 9,7 Ton Beras dan 920 Tabung LPG ke Mahakam Ulu, Antisipasi Dampak Kekeringan Sungai Mahakam
Pemprov Kaltim melepas rombongan pengangkut bantuan kemanusiaan dari halaman Kantor Gubernur menuju hulu Sungai Mahakam.

SAMARINDA — Rombongan pengangkut bantuan kemanusiaan bergerak dari Halaman Kantor Gubernur Kaltim menuju hulu Sungai Mahakam. Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah agar kebutuhan pokok dan energi masyarakat Mahakam Ulu tetap terpenuhi di tengah kondisi kekeringan.

"Kami memastikan kebutuhan pokok dan energi masyarakat Mahakam Ulu tetap tersedia," ujar Rudy dalam pelepasan bantuan tersebut.

Dua Skema Penyaluran untuk Warga Terdampak

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kaltim Ujang Rachmad menjelaskan, pemenuhan kebutuhan warga dilakukan lewat dua skema. Skema pertama adalah Gerakan Pangan Murah atau operasi pasar, dan skema kedua melalui penyaluran cadangan pangan pemerintah.

Operasi pasar menjual kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sementara cadangan pangan diberikan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada tahap pertama ini, operasi pasar mencakup 330 sak beras premium kemasan lima kilogram, 600 pieces minyak goreng kemasan dua liter, dan 1.200 pieces gula pasir kemasan satu kilogram.

Stok Energi Ikut Dikirim untuk Dapur Warga

Selain pangan, pemerintah juga mengirimkan kebutuhan energi mengingat terbatasnya akses wilayah. Sebanyak 720 tabung LPG tiga kilogram dan 200 tabung LPG 12 kilogram disiapkan dalam pengiriman tahap pertama ini.

Cadangan pangan pemerintah turut dikirim berupa 2.400 sak beras kemasan lima kilogram atau setara 9,7 ton. Jumlah ini diharapkan mampu menopang kebutuhan warga selama masa sulit.

Mengapa Akses ke Mahakam Ulu Terganggu?

Surutnya debit Sungai Mahakam menjadi pemicu utama keterbatasan akses menuju Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai. Jalur sungai yang selama ini menjadi urat nadi transportasi warga setempat tidak lagi bisa dilalui kapal bermuatan besar.

Pemerintah pun menginstruksikan jajaran terkait untuk membuka akses alternatif menuju wilayah terdampak. Upaya ini dilakukan agar distribusi logistik tetap berjalan selama kondisi kekeringan berlangsung.

Kolaborasi Lintas Instansi dan Jadwal Tahap Berikutnya

Ujang menyebut kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kaltim, Pertamina Patra Niaga, Bulog Kaltim, PT MBS, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat dalam penyaluran bantuan.

"Pengiriman bantuan ini baru tahap pertama dan berikutnya segera kami salurkan kembali," kata Ujang.

"Kolaborasi ini memastikan kebutuhan masyarakat Mahakam Ulu tetap terpenuhi selama kondisi sulit," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index